Ku sadar
Bahwa ku sedang merangkak di padang pasir bersamamu
Mencari oase cinta yang abadi
Kita sedang di uji
Apakah kita mampu menyetir dan mengendalikan cinta
Atas nama yang Maha Penguasa Hati, Maha Pemberi Cinta
Aku gak mau..
Kita di permainkan oleh cinta
Sebab cinta akan buta
Jika kita tidak tau jalan permainan cinta itu.
Surabaya, 29 April 2008 [23:12]
Pramita Jaya Ernila Tari
Tuhan,
Ini malam ku dekap erat dalam sujudku
Tuhan,,
Ini hamba yang bersimpuh ragu
Tuhan,,
Ragu aku tak bisa bersyukur dan bisa berpaling darimu
Tuhan
Jangan tinggalkanku dalam galauku
Surabaya, 29 April 2008 [23:18]
Pramita Jaya Ernila Tari
Benci
Benci ku dengan laut pasang
Benci ku dengan padang ilalang yang menghalangi pandang
Benci ku dengan krikil tajam yang menghujam garang
Benci dan sepi
Hilang ku nalar
Penat ku akan pekat yang membekas mencekat
Hingga duri masih merobek sanubari
Yang ingin bisu dan tuli
Dari semua hiruk pikuk duniawi
Marah ku kepada angin
Yang tak bisa sampaikan benciku
Surabaya, 08 Mei 2008 [20:32]
Pramita Jaya Ernila Tari
Desir ombak memecah kesunyian
Memberi angin kesejukan
Hantarkan seorang pemuda
Membawa impian pada gadis yang menunggu dengan harap
Pemuda itu adalah kamu
Kasih ku…
Kamu
Pemuda yang kukecup keningnya
Yang kuletakkan di taman hatiku
Dan gadis itu adalah aku
Yang menginginkanmu
Bawakan lentera cinta untukku
Agar kubisa berdiri tegak
Agar aku bisa pecahkan karang
Agar aku bisa hentikan badai
Bersamamu arungi samudra luas yang tiada ujung
Aku mencintaimu pemudaku
Yang ingin ku kecup kakinya
Dan kupersembahkan baktiku
Surabaya, 20 Mei 2008 [22:08]
Pramita Jaya Ernila Tari
Kata love
mungki hanya mewakili secuil hatiku untuk kamu bintangku
kata cinta
mungkin juga mewakili sepenggal jiwaku untuk kamu pemudaku
kata apapun takkan cukup untukmu..
sering kubayangkan
ketika kubangun dari tidurku
kamu ada disampingku dan mengecupku dengan mesra
dan berkata selamat pagi cinta
dan kita bersama menyambut hari tuk dunia kita
ketika di meja makan
kamu merengek meminta makanan terlezat
yang kan kubuat untukmu
lalu kita memasak bersama
dengan cinta yang kita punya
dan aku tidak sedikitpun mengeluh karena lelah
tidak,,
ku akan berusaha tuk tidak mengeluh karena harus melayanimu
di dapur..
di meja makan..
di sofa..
di ruang tamu..
di tempat tidur..
mungkin sulit bagiku tuk melakukan itu semua untukmu.
Tapi aku akan berusaha
Try..try..dan try..
Dan ketika malam telah larut
Aku masih belum tidur
Karena kamu belum pulang dari tempat kerja
Dan ketika ku kelelahan dan tertidur di lantai
Kamu menggendongku..
Lalu kamu membawa aku ketempat permadani kita
Tempat kita memadu kasih
Demi melahirkan anak-anak penerus juang rosul
Yang sholeh dan sholehah
Iya…
Ini anganku
Ini impianku bersamamu.
Surabaya, 21 Mei 2008 [23:10]
Pramita Jaya Ernila Tari