Minggu, 27 April 2008
surau hati
dengan kerudung putih
sebagai penyejuk jiwa
ku menunggu di surau hati
dengan iringan kumandang azan
yang menyertai langkah ku
ku menunggu di surau hati
dengan kalam ilahi
doa yang kupersembahkan untukmu
pemuda yang kurangkul lembut kasihnya
ku menunggu di surau hati
dengan niat suci yang tertambat oleh rindu
ku menunggu di surau hati
karena ku mencintaimu..
Senin, 21 April 2008
puisi jayapu
Ibu, apa ini cinta?
Sayup kudengar
Isak tangisku sendiri karenanya
Bu, apa ini cinta?
Sedekap kasih menrintih pilu
Dalam gumpalan debu
Di kalbuku
Bu, apa ini cinta?
Seperti merajut jarring laba-laba
Yang tak kunjung usai
Bu, apa ini cinta?
Yang membuatku berbantal ombak
Berselimut angin
Dan senyumnya ku ukir
Pada butiran embun
Yang menetes di pipiku
Ibu aku merindukannya…
Surabaya, 20 April 2008 [20:14 WIB]
Pramita Jaya ET
Perempuan
Perempuan datang atas nama cinta
Dalam berat sekar sajadahnya
Berkeluh kesah panjatkan doa..
Perempuan datang atas nama cinta
Bersimpuh di bawah kaki suaminya
Perempuan datang atas nama cinta
Berpasrah diri dengan tangis pilu kehidupan
Bukan..
Bukan karena dia lemah
Tapi dia tak bisa mendongakkan kepala
Dan membusungkan dada
[lindungi dan hormatilah wanita
Surabaya, 21 April 2008 [16:27 WIB]
Rabu, 16 April 2008
rakaian puisi
Orang bilang cinta itu buta
Mungki benar
Seperti aku mencintai kamu
Aku tidak peduli dengan apapun
Aku tetap cinta kamu
Orang bilang membuat kita gila
Itu benar
Aku tidak bias tidur
Cinta adalah…..
C = ceria bila dijalankan berdua
I = Indah bila diingat
N = Nikmat bila dirasakan
T = Takut bila kehilangan
A = Abadi bila saling mengerti..
Aku tak mengerti
Aku tak mengerti laut
karena aku bukan ombak
aku tak mengerti warna hidup
karena aku bukan pelangi
aku tak mengerti sejuk
karena aku bukan embun
aku tak mengerti hujan
karena aku bukan mendung
aku tak mengerti mutiara kata
karena aku bukan pujangga
aku tak mengerti harum
karena aku bukan bunga
aku tak mengerti badai
karena aku bukan angin
aku memang tak mengerti semua
tapi aku mengerti
aku cinta kamu…
Surabaya, 15 April 2008 [21.30]
Pramita jaya ET
Senin, 14 April 2008
campur2
ARFAN
A ngan
R ajut
F antasi
A smara
N ila
Meski beribu kumbang dating
Dengan cahaya mereka berwarna warni
Kan tetap hanya ada satu bintang dalam hatiku
Kau…
Melati ingin seperti mawar
Yang mempunyai duri di tangkainya
Sebagai perisai diri
Dan mawar justru ingin seperti melati
Yang putih suci
Tak punya duri yang dapat melukai sapa saja
Tapi aku ingin kamu
Karena aku CINTA kamuNegeri Senja
Aku terbangu di negeri angan
Tak kusangka
Aku terhipnotis oleh keindahan senja di sana
Dan aku berfikir, itu adalah negeri senja
Lalu ada seorang pemuda menggenggam tanganku
Dia mengajakku berlalu ke awan
Dia membuatku terlelap dalam pelukannya
Pelukan yang mesra dan menghangatkan tidurku
Pikirku.. dia benar pangeran dari surga
Tapi ternyata ku salah
Dia orang yang kucintai
Ku terlelap dengannya di awan
Dan tanpa sepengetahuannya
Aku memandang,
Menyentuh wajahnya
Ku cium bibirnya
Dan kurebahkan tubuhku diatas tubuhnya
Sungguh ini kebahagiaan di negeri senja
Surabaya, 14 April 2008 [21:53]
Pramita Jaya ET
Minggu, 06 April 2008
kumpulan puisi karya Pramita Jaya ET
Diamku
Diammu
Risauku
Risaumu
Rinduku rindumu
Kasihku kasihmu
Galauku galaumu
Kita menyapa
Membelah sunyi
Karena cinta tak pernah bertepi
Sekalipun kadang berhenti
Dipersimpangan hati
Surabaya, 02 April 2008 [22:48]
Setetes peristiwa gutasi
Hantarkanku mendaki dan menjajaki sanubari
Hingga kita bertemu di padang edelweiss
Cinta abadi terhampar luas
Dibawah cahaya bintang
Seperti bintang yang bergelayut kasih
Surabaya, 02 April 2008 [23:07]
Galau bunda
Bunda menghilang
tak kunjung dating
pergi bersama luka yang terus membayang
bunda menanti dalam gundah hati
tak peduli noda lalu melekat dalam nurani
bunda berdiri dalam penantian
hadirkan impian beserta angan
dibalik hiruk pikuk kepalsuan
bunda yakin
secercah sinar kan menghampiri jiwa yang galau
gusar karena kasihnya
selalu ada di setiap langkah kehidupan
Surabaya, 03 April 2008 [20:01]
Hey pemuda
Cinta ini mengalir dalam darahku
Tertambat dalam nadimu
Hati ini selalu ingin bersua
Bercengrama denganmu
Diatas mega yang berlukiskan pelangi
Karena aku mencintaimu
Surabaya, 03 April 2008 [22:05]
Gemintang menggeriap
Ada yang jatuh disela-selanya
Mungkin puisi cinta
Langipun seperti tirai
Menyibak perlahan-lahan
Tampilkan rahasia
Warna merah itu
Maka cinta yang manakah yang harus kupilih
Surabaya, 06 Maret 2008 [08:47]
Nur Fahmi Taufiq